Kepribadian Michael Jackson Yang Sesungguhnya

gambar foto Michael Jackson

Kita hanya bisa menduga-duga, siapa Michael Jackson "yang sesungguhnya".

Namun, kita dapat memanfaatkan wawasan dari teori-teori kepribadian untuk lebih memahami diri kita sendiri dan lebih memahami orang-orang yang kita pedulikan.

Anda di sini: Kuliah 3 Idiot » Ilmu Pengetahuan Umum » Pengantar Psikologi Umum » Kepribadian » Kepribadian Michael Jackson Yang Sesungguhnya.

Siapa Michael Jackson Yang Sesungguhnya

Diterjemahkan dari Carole Wade & Carol Tavris, Invitation to Psychology, 5th Ed. (Prentice Hall, 2012), p. 38 & 65 | Hak Cipta Terjemahan Indonesia © 2013 Tiga Idiot

Pemakaman Michael Jackson Memikat Ribuan Orang

Pemakaman Michael Jackson Memikat Ribuan Orang

LOS ANGELES, 7 Juli 2009. Ribuan teman, keluarga, dan penggemar berkumpul di Staples Center hari ini untuk memberi penghormatan kepada Michael Jackson, sang Raja Pop. Michael wafat lantaran sakit jantung pada usia 50 tahun, di mansion sewaannya pada tanggal 25 Juni. Pengelola upacara pemakaman memberi 17.500 tiket gratis kepada para penggemar melalui undian online yang memikat lebih dari 1,2 juta pelamar dalam 24 jam dan lebih dari setengah milyar kunjungan di halaman situsnya.

Di upacara, Paris putri Michael yang berumur 11 tahun berpidato dengan airmata berlinang, "Sejak detik pertama kelahiran saya, Papa sudah menjadi ayah terbaik yang bisa Anda bayangkan." Berry Gordy, pendiri Motown Records, menyanjung dia sebagai "penghibur terhebat yang pernah hidup."

Sepanjang hayatnya, orang-orang berdebat tentang siapa sesungguhnya Michael Jackson. Banyak orang berpikiran sederhana bahwa dia seorang penghibur yang sangat berbakat, yang merombak video musik, dan menciptakan gaya koreografi yang unik. Sebagian orang mengenang dia sebagai seorang dermawan yang menyumbang lebih dari 300 juta dolar untuk puluhan lembaga sosial dan untuk yayasannya sendiri, Heal the World Foundation. Pada sebuah wawancara tentang kematiannya, seorang teman dekatnya, Elizabeth Taylor, mengatakan bahwa mereka telah berbagi "cinta tulus yang paling murni" dan bahwa ia tak bisa membayangkan hidup tanpa dia.

Akan tetapi, Michael Jackson juga menjadi subyek pada banyak desas-desus dan laporan sensasional yang melukiskan suatu gambaran yang berbeda. Penampilan androgini-nya, perubahan warna kulitnya dari coklat kehitam-hitaman menjadi putih pucat, dan perubahan mencoloknya dalam hal corak wajahnya telah mengilhami perdebatan mengenai kenyamanan dirinya perihal identitas ras dan jenis kelaminnya. (Michael Jackson mengatakan, perubahan warna kulitnya itu lantaran pengobatan; ia pun mengakui hanya melakukan dua operasi plastik pada hidungnya.)

tiga wajah Michael Jackson

Kontroversi terbesar yang mengitari sang bintang ini adalah dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Seorang bocah-lelaki berusia-13-tahun dan ayah si bocah ini menuduh dia melakukan pelecehan, tetapi perusahaan asuransi Michael menyelesaikannya di luar pengadilan, sehingga Michael Jackson tidak dituntut. Belakangan, seorang bocah-lelaki lain membuat tuduhan serupa; Michael dituntut dengan tujuh macam kekerasan terhadap anak. Namun akhirnya ia dibebaskan dari semua tuduhan.

Banyaknya masalah yang membelit kehidupan Michael Jackson telah membuat sebagian orang mengacu dia sebagai "Wacko Jacko" (Jacko Sinting), sebuah istilah yang dia anggap menghina dirinya. Namun pada upacara pemakaman, Pendeta Al Sharpton mendapat sambutan yang meriah ketika ia memberitahu anak-anak Michael Jackson, "Tidak ada yang aneh mengenai Papa kalian. Yang aneh adalah hal-hal yang harus dihadapi oleh Papa kalian."

Kepribadian Michael Jackson

Bagaimana dimensi-dimensi kepribadian itu saling bertaut dalam kasus Michael Jackson, yang dipandang secara sangat berlainan oleh para penggemar dan para pengecamnya? Bagaimana bisa teori-teori kepribadian membantu kita untuk memahami orang yang mempesona ini beserta kehidupannya yang tak lazim?

Teori psikodinamik cenderung menekankan masa kanak-kanak dan motif-motif bawah-sadar dalam menerangkan perkembangan persahabatan sang penghibur, yang menyerupai Peter Pan ini, yang akrab dengan anak-anak; begitu pula perihal sebuah taman fantasinya, Neverland Ranch. Selaku anak kedelapan dari sepuluh bersaudara di sebuah keluarga kelas-buruh, Michael mengalami hubungan yang bermasalah dengan ayahnya, Joe, yang senantiasa mengasari dia, baik secara fisik maupun secara emosi, selama pelatihan. Pada tahun 1993, dalam suatu wawancara dengan Oprah Winfrey, Michael mengatakan bahwa ia bahkan kadang-kadang muntah bila ia melihat ayahnya. Apakah Neverland-nya merupakan upaya bawah-sadar untuk menciptakan masa kanak-kanak yang tak pernah ia nikmati? Dan bagaimana dengan penampilan dan suara Michael yang semakin androgini, bahkan feminin? Teori psikodinamik cenderung berusaha memahami perkembangan psikoseksual Michael; apakah ia masih menetap di level kanak-kanak, tak mampu menangkap kedewasaan seksualnya?

Para psikolog yang mengambil sudutpandang biologis cenderung menekankan pengaruh genetika terhadap keunikan bakat dan kepribadian ekstrovert (hasrat untuk menjadi sorotan) pada diri Michael yang sudah muncul sejak dini. Pada tahun 1964, ketika baru berumur 6 tahun, ia bergabung dengan band saudara-saudaranya, yang menjadi Jackson Five. Mulai usia 8 tahun, ia menjadi penyanyi utamanya; dan ketika ia berumur 19 tahun, Jackson Five menandatangani kontrak dengan Motown Records. Sepanjang hidupnya, ia menanam publikasi, kadang-kadang dengan meloloskan kisah-kisah sensasional seputar dirinya. Ia terkenal lantaran kostum flamboyannya dan koreografinya yang terkadang seksual, dan tidak terkenal lantaran menyentuh selangkangannya di video untuk album Bad-nya.

Para psikolog yang mengambil sudutpandang pembelajaran atau sudutpandang lingkungan cenderung memperhatikan pengaruh situasi terhadap kepribadian Michael, terutama barangkali kekasaran ayahnya. Namun mereka tidak menjumpai inkonsistensi pada fakta Michael itu ekstrovert bila sedang tampil, tetapi menurut banyak laporan, ia sungguh pemalu di luar panggung: Menurut mereka, kita semua menyajikan bagian-bagian yang berbeda dari diri kita di depan orang-orang lain, bergantung pada apa keadaannya dan siapa yang melihat kita. Teori pembelajaran kognitif-sosial terutama cenderung menekankan proses determinisme timbal-balik: Sebagaimana karir musiknya dan kemasyhurannya mendorong dia untuk berperilaku dan bersikap tertentu (seperti mempromosikan diri dan royal), watak-watak dan sikap-sikapnya itu sendiri menarik dia ke puncak dunia tersebut.

Para psikolog kultural bisa mengamati bahwa [budaya] Amerika mendorong sejenis penemuan kembali diri sendiri yang menjadikan Michael terkenal. Budaya ini seringkali lebih menghargai gambaran citra daripada kenyataan, lebih menghargai kesementaraan daripada kemenetapan, dan lebih menghargai selebriti daripada orang-orang yang tidak terkenal. Budaya ini menjunjung tinggi kepercayaan bahwa orang-orang dapat mengubah tubuh mereka, mengubah kepribadian mereka, dan mengubah masalah emosional mereka, dan bahwa obat-obatan yang terlarang itu dapat menyembuhkan segala yang membuat kita merana. Namun, budaya selebriti itu dapat mengganyang orang-orang yang paling sukses. Michael mengatakan bahwa ia mampu menghadapi dunia selebritinya lantaran mencintai keluarga, beriman kuat, bersahabat karib, dan berkat dukungan para penggemar. Namun besarnya kebergantungannya terhadap obat-obatan (yang konon untuk memudahkan dia tidur) dan bedah-bedah plastiknya itu memperlihatkan sisi gelap impian Amerika tersebut.

Akhirnya, dalam teori humanis, kita semua bebas untuk menulis dan menulis ulang riwayat hidup kita sendiri dan [bebas pula] untuk memilih keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang memandu kehidupan kita, dan Michael Jackson bukanlah pengecualian. Namun para psikolog humanis itu juga mengingatkan kita bahwa kita tidak tahu pasti apa pun tentang diri Jackson yang bersifat pribadi, yaitu isi benaknya. Sisi privat itu bisa saja bertolak belakang dengan persona (topeng kepribadian)-nya di depan umum.

Intinya, kita hanya bisa berspekulasi mengenai siapa Michael Jackson "yang sesungguhnya". Namun bagaimanapun, kita semua dapat memanfaatkan wawasan dari teori-teori kepribadian untuk lebih memahami diri kita sendiri dan lebih memahami orang-orang yang kita pedulikan. Setiap dari kita merupakan campuran dari pengaruh genetika, kebiasaan yang dipelajari, tekanan lingkungan, pengalaman baru, norma budaya, kekhawatiran dan konflik bawah-sadar, dan pandangan pribadi kita. Campuran ini memberi kita stempel kepribadian kita masing-masing, sifat-sifat yang menjadikan kita merasa unik: menjadi diri sendiri.***

2 komentar:

  1. i love u michael jackson , you the best entertainer in around the world!! we really miss you now ..

    BalasHapus
  2. The only , just you Michael Jackson . you the best entertainer in around the WORLD !!!!!!

    BalasHapus