Definisi Psikologi: Cambridge Dictionary of Psychology

gambar foto

Kini, sebagian besar buku kuliah psikologi mendefinisikan "psikologi" sebagai kajian ilmiah tentang perilaku dan proses-proses mental. Bagaimana menurut kamus psikologi yang terkenal, semisal terbitan Cambridge University Press?

Ternyata, kamus Cambridge mendefinisikannya dengan lebih rinci.

Anda di sini: Kuliah 3 Idiot » Ilmu Pengetahuan Umum / Pelatihan Gayahidup Sehat » Psikologi Umum » Disiplin Ilmu Psikologi » Definisi Psikologi: Cambridge Dictionary of Psychology.

kamus n. Buku yang mengandung kata-kata terpilih dari suatu bahasa, yang biasanya tertata menurut urutan huruf, yang memberi informasi tentang makna kata-kata tersebut, pengucapannya, asal-usul katanya, dan sebagainya.

Definisi Psikologi

Diterjemahkan dari David Matsumoto et.al., The Cambridge Dictionary of Psychology (Cambridge University Press, 2009), p. xv | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 Tiga Idiot

psikologi n. Kajian tentang benak yang meliputi kesadaran, pencerapan, motivasi, perilaku, biologi sistem syaraf yang berkaitan dengan benak, metode ilmiah untuk meneliti benak, kognisi, interaksi sosial yang berkaitan dengan benak, perbedaan individual, dan aplikasi pendekatan-pendekatan tersebut terhadap masalah-masalah praktis dalam organisasi dan perniagaan dan terutama terhadap peringanan penderitaan.

Begitulah. Definisi istilah kamus dan psikologi mungkin paling pas untuk kata pengantar sebuah kamus psikologi. Itulah definisi yang tersaji di karya ini, dan itu menyoroti beberapa hal penting mengenai kamus ini. Pertama, psikologi itu luas. Isinya merentang dari proses-proses syaraf level-mikro yang membentuk blok-blok pikiran, perasaan, dan tindakan sampai proses-proses sosial dan kultural level-makro yang mendekatkan kita dengan kerabat primata kita dalam sejarah evolusi kita dan mendefinisikan kebersamaan kita. Karena itu, kamus psikologi perlu mencantumkan istilah dan konsep yang terkait dengan struktur syaraf, zat kimia, transmiter, gen, dan anatomi, sebagaimana perlu pula mencantumkan proses sosial, analisis jaringan, dan norma budaya. Perlu pula mencantumkan konsep-konsep yang terkait dengan rangkaian perilaku abnormal dan metode perawatannya.

Kedua, psikologi merupakan sains. Pengetahuan pada psikologi dibangkitkan melalui penelitian empiris, sekumpulan metode yang memungkinkan perkembangbiakan teori-teori tentang perilaku manusia dan pengujian hipotesis yang diturunkan dari teori-teori ini. Perangkat metode-metode ini meliputi pendekatan kualitatif disamping kuantitatif, studi kasus disamping eksperimen yang terkendali dengan cermat, dan pengambilan keputusan inferensial disamping prosedur statistik yang ketat.

Ketiga, karena disiplin-ilmu psikologi itu luas, dan karena didasarkan pada sains, psikologi merupakan disiplin-ilmu yang hidup. Itu berarti bahwa teori-teori, konsep-konsep, dan terminologi yang dipakai dalam psikologi tidak pernah statis, tetapi sering bergejolak, yang berubah dari waktu ke waktu, ketika teori, metodologi, dan pengetahuan berubah. Istilah-istilah yang memiliki makna tertentu pada tahun-tahun terdahulu, seperti diri dan homoseksualitas, memiliki makna yang berbeda sekarang dan mungkin akan bermakna lain lagi di masa depan. Lagipula, konsep-konsep dan istilah-istilah baru pun senantiasa ditemukan (misalnya: psikoneuroimunologi), selaras dengan sifat kontemporer dan berkembangnya psikologi sebagai sains.***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar