Pengertian: Kesehatan Itu Apa?

gambar Dimensi Kebugaran

Kesehatan itu lebih dari sekadar tiadanya penyakit atau pun luka. Pada orang yang sehat, banyak dimensi kehidupan yang berfungsi secara serasi.

Kebugaran (wellness) adalah proses pengambilan keputusan secara aktif untuk mencapai kesehatan yang optimal.

Anda di sini: Kuliah 3 Idiot » Pelatihan Gayahidup Sehat » Kesehatan Umum » Tantangan Kesehatan di Abad 21 » Pengertian: Kesehatan Itu Apa?

Tentang pengertian kesehatan, rangkuman singkatnya sudah tersaji di atas. Tapi biar lebih jelas, kita simak saja kuliah selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Kesehatan

Diterjemahkan secara bebas dari buku kuliah karya April Lynch, Barry Elmore, dan Jerome Kotecki, Health: Making Choices for Life (Benjamin Cummings, 2014), Bab 1, "Health in the 21st Century: New Challenges, New Choices", p.2-5 | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 Tiga Idiot

Seabad yang lalu, istilah kesehatan dipakai hanya untuk makna "tiadanya penyakit atau pun luka". Lalu pada tahun 1948, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang baru saja didirikan sebagai unit kesehatan global dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, meluncurkan definisi yang sangat baru terhadap istilah "kesehatan", yaitu "keadaan bugar secara fisik, mental, dan sosial yang lengkap, dan bukan hanya tiadanya penyakit atau pun kelemahan". Pandangan menyeluruh terhadap kesehatan ini mengakui bahwa pada orang yang sehat, berbagai dimensi kehidupan itu berjalan secara serasi.

Walau definisi kesehatan ala WHO itu telah diterima luas selama puluhan tahun, sebagian peneliti berkeberatan terhadap konsep kebugaran "yang lengkap"; sebagian peneliti pun berpendapat bahwa definisi tersebut kurang praktis. Pada tahun 1986, di Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, WHO menawarkan konteks berikut ini untuk definisinya terhadap kesehatan:

Untuk mencapai keadaan bugar secara fisik, mental, dan sosial yang lengkap, seorang individu atau suatu kelompok harus mampu mengidentifikasi dan mewujudkan cita-cita, memenuhi kebutuhan, dan mengubah atau pun menghadapi lingkungannya. Karenanya, kesehatan itu dipandang sebagai sumberdaya untuk kehidupan sehari-hari.

Penekanan pada kesehatan sebagai sumberdaya itu memudahkan kita untuk lebih memandang kesehatan sebagai proses aktif daripada sebagai keadaan yang stabil. Hal ini berlaku pula untuk sebuah konsep yang terkait erat, yaitu kebugaran (wellness). Sebagian otoritas kesehatan masyarakat memandang kebugaran sebagai keadaan ketika kita menyadari potensi kita sepenuh-penuhnya sebagai individu dan sebagai anggota komunitas kita. Namun sebagian lainnya memandang kebugaran sebagai proses penentuan pilihan secara aktif untuk mencapai kesehatan optimal. Orang-orang yang tingkat kebugarannya tinggi itu senantiasa mengambil keputusan yang menjunjung tinggi kesehatan di berbagai bidang kehidupan mereka. Di sisi lain, rendahnya tingkat kebugaran disebabkan oleh putusan-putusan buruk yang meningkatkan risiko penyakit, luka, cacat, dan mati dini.

Rangkaian Sakit-Bugar

Pada tahun 1975, pelopor kebugaran John W. Travis, M.D., menerbitkan sebuah buku tentang rangkaian sakit-bugar (the illness-wellness continuum). Ia memandang rangkaian itu dengan dua ujung ekstrem: mati dini pada satu ujung dan bugar tingkat-tinggi pada ujung lain. (Lihat gambar di bawah ini.)

gambar rangkaian sakit-bugar

Hampir semua dari kita berada di antara keduanya, beralih antara keadaan merasa sakit, "netral", dan sehat walafiat. Arah umum Anda pada rangkaian tersebut (entah menuju kebugaran optimal, entah menuju kematian dini) itu lebih penting daripada posisi Anda pada waktu kapan saja. Anda mungkin masuk-angin, misalnya, dan terutama merasa tidak sehat--namun kalau Anda merawat diri dan bersikap positif, maka arah umum Anda akan menuju kebugaran yang lebih besar. Begitu pula, Anda mungkin menganggap diri sehat--namun kalau Anda berada di bawah tekanan, makan asal-asalan, dan minum minuman keras berlebihan, maka arah umum Anda pada rangkaian tersebut akan menuju berkurangnya kebugaran.

Dimensi-dimensi Kesehatan & Kebugaran

Ingatlah bahwa definisi kesehatan ala WHO menyebut tiga matra (fisik, mental, sosial), yang semuanya berjalan secara serasi. Walau sebagian peneliti menerima bahwa tiga dimensi ini sudah memadai, sebagian lainnya mengidentifikasi matra-matra tambahan lainnya yang tepat bagi populasi yang mereka layani. Di buku kuliah ini, kami mengakui tujuh dimensi kesehatan berikut ini: fisik, intelektual, psikologis, spiritual, sosial, lingkungan, dan pekerjaan. (Lihat gambar di bawah ini.)

gambar Dimensi Kebugaran

(Perhatikanlah bahwa karena kebugaran merupakan proses pencapaian kesehatan optimal, kebugaran pun bersifat multidimensional.) Mari kita simak lebih dekat setiap dimensi ini.

Dimensi Fisik

Kesehatan fisik berfokus pada tubuh: seberapa baik tubuh itu berfungsi dan seberapa baik Anda merawatnya. Kesehatan fisik optimal meliputi aktif secara fisik, makan bergizi, dan mendapatkan tidur yang cukup, membuat putusan yang bijaksana mengenai seks, minuman keras, dan obat-obatan terlarang, dan mengambil langkah-langkah untuk menghindari luka dan penyakit menular.

Dimensi Intelektual

Kesehatan intelektual ditandai dengan kemauan untuk mengambil tantangan intelektual baru, suatu keterbukaan terhadap ide-ide dan keterampilan-keterampilan baru, suatu kemampuan untuk berpikir secara kritis, dan suatu rasa humor dan ingin tahu. Orang-orang yang memiliki kesehatan intelektual tingkat tinggi tidak hanya mengenali masalah secara cepat, melainkan juga mencari dan menciptakan solusi. Sifat-sifat ini penting tidak hanya selama masa pendidikan formal Anda, tetapi juga sepanjang hayat Anda.

Dimensi Psikologis

Kesehatan psikologis merupakan kategori luas yang meliputi otonomi, penerimaan-diri, dan kemampuan untuk menanggapi dengan tepat lingkungan kita. Kategori ini juga mencakup kemampuan untuk mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang lain dan untuk mengejar tujuan-tujuan yang bermakna. Akhirnya, orang-orang yang sehat-psikologis itu merasa bahwa mereka senantiasa tumbuh dan berkembang sebagai individu.

Dimensi Spiritual

Terkait erat dengan kesehatan psikologis ialah kesehatan spiritual, yang dipengaruhi oleh kepercayaan-kepercayaan dan nilai-nilai yang kita anut dan cara-cara pengungkapan kita--contohnya dalam kegiatan kemanusiaan, ibadah keagamaan, atau pun upaya untuk menjaga kelestarian alam. Kesehatan spiritual itu berkontribusi terhadap rasa makna hidup dan dapat menjadi sumber dukungan ketika kita menghadapi tantangan-tantangan.

Dimensi Sosial

Kesehatan sosial memaparkan kualitas interaksi dan hubungan kita dengan orang-orang lain. Seberapa memuaskankah hubungan Anda dengan keluarga, teman, dosen, dan orang-orang lain di kehidupan Anda? Bagaimana perasaan Anda mengenai kemampuan Anda untuk memenuhi peran sosial, misalnya sebagai teman atau pun selaku sukarelawan di lingkungan tempat tinggal Anda? Kesehatan sosial yang baik itu juga ditandai dengan kemampuan untuk saling menyediakan dan menerima dukungan dengan orang lain.

Dimensi Lingkungan

Kesehatan environmental memaparkan mutu lingkungan rumah, pekerjaan, sekolah, dan sosial kita--sebagaimana kesehatan planet kita. Kualitas udara, ketersediaan air bersih dan makanan bergizi, tingkat kejahatan, cuaca, polusi, dan keterlindungan terhadap zat-zat kimia merupakan beberapa gelintir saja dari variabel-variabel yang mempengaruhi kesehatan environmental.

Dimensi Pekerjaan

Kesehatan okupasional memaparkan mutu hubungan Anda dengan pekerjaan Anda. Pekerjaan itu bukan hanya yang mendapatkan bayaran. "Pekerjaan" Anda bisa terdiri dari studi Anda, menjadi ibu rumah tangga, atau apa pun yang Anda anggap pekerjaan utama Anda. Apakah pekerjaan Anda ini terasa memuaskan? Apakah Anda memiliki peluang untuk maju dan belajar? Apakah Anda merasa dihargai oleh rekan kerja Anda? Tantangan terhadap kesehatan okupasional itu mencakup stres, kurangnya kepuasan kerja, hubungan yang buruk dengan rekan kerja, kompensasi yang tidak memadai, dan PHK mendadak.

Terminologi Kesehatan

Seperti yang dapat Anda lihat, kesehatan dan kebugaran itu seluas kehidupan itu sendiri. Jadi, tidaklah mengejutkan bahwa para peneliti dan penyedia layanan kesehatan dalam kesehatan masyarakat mengembangkan kosakata yang luas untuk mengkomunikasikan konsep-konsep yang terkait dengan kesehatan. Berikut ini beberapa istilah terpenting, yang akan Anda hadapi tidak hanya di sepanjang buku kuliah ini, tetapi juga di laporan-laporan media tentang topik-topik yang terkait dengan kesehatan:

Penyakit Akut & Penyakit Kronis

Penyakit akut adalah yang muncul mendadak dan mendalam, seperti sakit kepala atau sakit perut lantaran keracunan makanan. Ini bisa sembuh dengan cepat, kadang-kadang dalam beberapa jam, tapi bisa pula sampai beberapa pekan. Perawatan medis mungkin diperlukan, tapi mungkin pula tidak. Penyakit-penyakit akut yang signifikan--seperti serangan stroke atau pun infeksi pada otak--dapat berakibat fatal. Sebaliknya, penyakit kronis menjadi diperhatikan secara bertahap, seringkali beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Penyakit kronis itu pada mulanya sangat ringan, dan bisa berlanjut begitu, tetapi bisa pula menjadi parah dan semakin parah. Contohnya, sakit jantung.

Morbiditas & Mortalitas

Morbiditas adalah istilah klinis mengenai penyakit, yaitu kelaziman atau pemerataannya dalam suatu populasi. Mortalitas, tentu saja, bermakna kematian. Namun para peneliti kesehatan masyarakat menggunakan istilah ini ketika mengacu pada angka kematian dalam populasi tertentu atau lantaran sebab tertentu. Contohnya, angka kematian bayi suatu negara (yaitu persentase bayi-bayi yang meninggal sebelum ulangtahun pertama mereka di suatu negara) dipakai secara umum sebagai indikator status kesehatan total suatu negara.

Tanda & Gejala

Dalam bahasa perawatan kesehatan, tanda (sign) adalah indikasi obyektif status kesehatan seseorang. Misalnya: berat badan, denyut nadi, tekanan darah, hasil tes laboratorium, dan pemindaian serta sinar-X merupakan ukuran-ukuran yang dapat menyiratkan adanya atau pun tiadanya penyakit. Tanda-tanda itu juga meliputi hal-hal yang tidak dapat kita ukur, tetapi bisa kita lihat atau pun kita dengar, seperti mendesah atau pun mencerca. Sebaliknya, gejala (symptom) adalah pengalaman subyektif yang dilaporkan oleh pasien--seperti rasa nyeri atau pun sesak napas.

Promosi Kesehatan & Pencegahan Penyakit

Pada keadaan yang paling sederhana, promosi kesehatan adalah proses membantu orang-orang untuk meningkatkan kesehatan mereka. Umpamanya, kampanye "Mengolahragakan Masyarakat dan Memasyaratkan Olahraga". Begitu pula mengikuti matakuliah Kesehatan Umum ini. Sebaliknya, pencegahan penyakit mengacu pada tindakan tertentu yang dilakukan untuk mengurangi terjadinya penyakit. Umpamanya, pembagian kondom lateks gratis untuk mengurangi tersebarnya penyakit kelamin.

Faktor Risiko & Penyebab

Penyebab adalah faktor yang secara langsung menimbulkan hasil tertentu. Contohnya, cacat-genetik tertentu diketahui menyebabkan suatu penyakit yang disebut "fibrosis kista". Dan melahap makanan yang tercemar sejenis bakteri yang disebut "Salmonella" menyebabkan "infeksi Salmonella". Sebaliknya, faktor risiko adalah karakteristik yang meningkatkan kemungkinan bahwa seorang individu akan mengalami penyakit atau pun luka tertentu. Diantaranya, kegemukan merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung, dan penyalahgunaan alkohol merupakan faktor risiko untuk keterlibatan dalam kecelakaan kendaraan bermotor. Perhatikan bahwa faktor-faktor risiko tidak secara langsung menimbulkan penyakit atau pun luka; maksudnya tidak semua orang yang mengalami kegemukan akan menderita penyakit jantung, dan banyak orang yang berpenyakit jantung tidak kegemukan. Alih-alih, faktor risiko itu memberi tahu kita apa hubungannya; contohnya, 40% kematian lantaran kecelakaan kendaraan bermotor itu melibatkan [penyalahgunaan] alkohol.

Perhatikanlah bahwa walaupun Anda dapat mengurangi risiko untuk banyak masalah kesehatan, sedikit saja yang bisa sepenuhnya dicegah. Contohnya, selama puluhan tahun, serangkaian laporan dari U.S. Surgeon General menyatakan dengan tegas bahwa merokok dan membiarkan asap rokok orang lain terisap itu menyebabkan penyakit kanker; faktanya, lebih dari 440 ribu orang Amerika meninggal dunia setiap tahun sebagai dampak dari asap rokok yang mereka isap sendiri atau pun terisap dari orang lain. Namun setiap hari, sejumlah orang yang tak pernah merokok dan tak pernah tinggal bersama perokok pun mendapati bahwa mereka menderita kanker paru-paru. Itu karena kebanyakan penyakit, termasuk kanker, bersifat multifaktorial; maksudnya, penyakit-penyakit tersebut terjadi lantaran banyak faktor, termasuk yang tidak berada dalam kendali Anda, seperti umur Anda dan gen yang Anda warisi dari orangtua Anda. Namun bagaimanapun, gayahidup yang Anda pilih (seperti menghindar dari merokok dan menyantap makanan yang bergizi) dapat secara dramatis mengurangi risiko Anda, atau pun mengurangi keparahan tanda-tanda dan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit itu.***

12 komentar:

  1. Thanks sob Infonya, mampir dimari juga yach...
    www.rifastore.net

    BalasHapus
  2. www.toko-huan.com

    Obat Selangkangan
    Obat Perontok Rambut
    Cream Pemutih Kulit
    Pil Membesarkan Payudara
    Alat Membesarkan Payudara
    Cara Menghilangkan Tato
    Obat Pemerah Bibir



    Crim Pengencang Payudara
    Obat Perapat Vagina
    Obat Menghilangkan Jerawat
    Obat Menghilangkan Selulit
    Obat Untuk Penyakit mata
    Pemutih Wajah Aman
    Pemutih Gigi Alami
    Pemutih Badan Alami
    Cream Pemutih Wajah Aman
    Obat Pemerah Bibir
    Tongkat Ajimat Madura
    Obat Pembesar Pantat
    Obat Gemuk

    BalasHapus
  3. makasih gan, bisa buat tugas sekolah :) thanks yaaaa :D
    sehatisme

    BalasHapus
  4. artikelnya membantu dan mudah di pahami,,,

    BalasHapus
  5. artikelnya bagus dan mudah di pahami oleh para pembaca,,makasih atas sharing ilmu dan pengetahuannya.bermanfaat,keren.Artikel kesehatan

    BalasHapus