Kiat Belajar Menurut Tiga Profesor Harvard

gambar foto belajar dengan sistem kebut semalam

Singkatnya, apa sajakah kiat terpenting agar berhasil dalam mempelajari materi kuliah?

Kiat-kiat terpenting menurut tiga profesor psikologi di Universitas Harvard: [1] Menyulap Ingatan; [2] Renungkan Saja; dan [3] Kiat-kiat Menguasai Materi Kuliah & Menghadapi Ujian.

Anda di sini: Kuliah 3 Idiot » Ilmu Pengetahuan Umum » Pengantar Psikologi Umum » Pendahuluan » Kiat Belajar Menurut Tiga Profesor Harvard.

Psikologi telah berkembang pesat dalam memahami bagaimana kita mengingat dan belajar. Kita akan merambah ilmu tentang memori dan pembelajaran di unit Psikologi Pikiran. Tapi kini, kita berfokus pada bagaimana memanfaatkan psikologi untuk melejitkan keterampilan belajar.

Lejitkan Keterampilan Belajar

Diterjemahkan secara idiot dari buku karya tiga profesor Harvard University (DL Schachter, DT Gilbert, dan DM Wegner), Psychology, European Edition (2012), Bab 1, "Psychology: The Evolution of A Science", hlm. 15 | Hak Cipta Terjemahan Indonesia © 2013 Tiga Idiot

Dengan pesatnya perkembangan teknologi di masyarakat kita, keterampilan pembelajaran ini menjadi lebih penting daripada masa-masa sebelumnya. Para pakar memperkirakan, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk sukses dalam suatu pekerjaan akan berubah sama sekali setiap tiga sampai tujuh tahun sepanjang karir seorang individu.

Menyulap Ingatan

Para psikolog telah berkutat pada strategi-strategi mental yang dapat meningkatkan kemampuan kita untuk memperoleh informasi, menyimpannya dalam memori selama mungkin, dan mengingatnya kembali. Mari kita mulai dengan proses pemerolehan informasi, yakni pengubahan dari sesuatu yang kita lihat dan dengar menjadi sesuatu yang masuk ke ingatan kita.

Pikiran kita berjalan tidak seperti kamera video yang secara pasif merekam segala yang terjadi di sekitar kita. Untuk mendapatkan informasi secara efektif, kita perlu secara aktif menyulapnya.

Salah satu cara menyulap ingatan adalah pelatihan pengulangan (rehearsal). Caranya: mengulang-ulang informasi yang perlu kita pelajari kepada kita sendiri. Selama ini, kita mungkin telah menggunakan strategi ini. Namun, para psikolog menemukan bahwa sebagian jenis pelatihan pengulangan itu lebih baik daripada jenis lainnya.

Salah satu strategi yang lebih baik itu adalah pelatihan pengulangan berrentang-waktu (spaced rehearsal). Dengan strategi ini, kita mengulang penyebutan suatu informasi kepada kita sendiri dalam rentang-waktu yang semakin meningkat. Misalnya, kita ingin mengingat alamat blog ini. Kita berkata kepada diri sendiri: "kuliah3.blogspot.com". Sekitar 15 detik kemudian, kita menyebutkannya lagi: "kuliah3.blogspot.com". Kira-kira 30 detik setelah penyebutan yang kedua ini, kita menyebutkannya lagi kepada diri sendiri: "kuliah3.blogspot.com". Lalu sekitar 60 detik seusai penyebutan yang ketiga ini, masih kepada diri sendiri kita ulangi penyebutan alamat blog kita ini: "kuliah3.blogspot.com". Akhirnya, kira-kira dua atau tiga menit selepas penyebutan yang keempat ini, sekali lagi kita ucapkan kepada diri sendiri alamat blog kita, blog Kuliah 3 Idiot: "kuliah3.blogspot.com".

Sejumlah penelitian menunjukkan, jenis pelatihan pengulangan dengan rentang-waktu itu meningkatkan hasil pembelajaran lebih banyak daripada pelatihan pengulangan penyebutan nama tanpa rentang-waktu pengulangan. Kita bisa menerapkan teknik ini untuk nama, tanggal, definisi, dan materi kuliah terbuka lainnya dari berbagai universitas internasional yang tersaji di blog Kuliah 3 Idiot.

Renungkan Saja

Pelatihan pengulangan yang sederhana itu dapat bermanfaat, tetapi salah satu pelajaran terpenting dari penelitian psikologi adalah bahwa kita memperoleh informasi yang paling efektif ketika kita memikirkan maknanya dan merenungkan kebermaknaannya.

Asyiknya, kita tidak harus mengingat-ingat informasi yang kita ingin ingat; tindakan merenungkan itu sendiri sudah menghasilkan ingatan yang baik. Untuk contoh, kita misalkan saja Anda ingin menilai kualitas isi dan gaya penyajian kami dalam blog "kuliah3.blogspot.com". Ajukanlah dalam hati, pertanyaan-pertanyaan semacam: Apa yang membedakan blog Kuliah 3 Idiot ini dari blog-blog lainnya? Apa yang membedakan Kuliah 3 Idiot dari kuliah-kuliah di tempat lain?

Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut, Anda hanya perlu menyimak sebentar halaman "Kata Pengantar" kami, lalu mengaitkannya dengan hal-hal lain yang telah Anda ketahui. Jauh lebih mudah mengingat informasi baru kalau Anda bisa menghubungkannya dengan sesuatu yang sudah Anda pahami.

Kiat-kiat Menguasai Materi Kuliah & Menghadapi Ujian

Kita bisa menggunakan cara-cara sulap ingatan tadi untuk menguasai materi kuliah dan menghadapi ujian:

  • Secara teratur, sediakanlah waktu beberapa menit saja untuk Menyulap Ingatan dan Renungkan Saja, segera seusai setiap kali menyimak kuliah.
  • gambar foto belajar dengan sistem kebut semalam
  • Jangan tunggu sampai menjelang ujian untuk mempelajari materi kuliah dengan "Sistem Kebut Semalam". Penelitian menunjukkan bahwa belajar sedikit demi sedikit berulang-kali itu jauh lebih efektif daripada belajar banyak sekaligus hanya dalam satu waktu.
  • Jangan hanya memandangi catatan atau bacaan materi kuliah. Berlatihlah mengerjakan soal sesering mungkin. Penelitian juga menunjukkan bahwa kita lebih banyak mengingat informasi yang pernah kita gunakan secara aktif.
  • Kurangilah beban otak Anda untuk mengingat. Caranya, kembangkanlah keterampilan mencatat dan merangkum. Mencatat kuliah itu bukan berarti menulis setiap kata yang terucap dari mulut sang dosen. Fokuslah pada ide-ide utama dan fakta-fakta penting saja.
  • Segera seusai kuliah, editlah catatan kuliah Anda sehingga tertata rapi dan secara gamblang menyoroti konsep-konsep utama. Penataan menurut konsep-konsep utama ini pasti membuat Anda secara aktif merenungkan informasi dari sang dosen, sehingga ingatan Anda menjadi lebih kuat.

Masih ada banyak kiat lain untuk menjadikan kita terampil belajar. Untuk uraian yang lebih rinci daripada artikel ini, silakan ikuti matakuliah Kunci Sukses Studi, Karir, dan Kehidupan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar