Skandal Terbesar Filsafat: Heidegger & Naziisme

gambar kover buku About Philosophy

Apakah kita tolak tulisan-tulisannya lantaran secara fatal terinfeksi oleh kedekatannya dengan Naziisme? Apakah kita mengabaikan tindakan Heidegger sebagai warganegara Jerman dan menyangkal hubungan apa pun antara buku-bukunya dan orang ini?

Lebih baik kita coba memahami hubungan antara keduanya.

Anda di sini: Kuliah 3 Idiot » Ilmu Pengetahuan Umum / Pendidikan Moral Warga Dunia » Pengantar Filsafat Umum » Skandal Terbesar Filsafat: Martin Heidegger & Naziisme.

Heidegger & Naziisme

Diterjemahkan secara bebas dari buku kuliah Robert Paul Wolff, About Philosophy, 11th Edition (Pearson, 2012), p. 33-41 | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 Tiga Idiot

gambar kover buku About Philosophy

Skandal terbesar yang menghantam filsafat sejak bermain-mainnya Abelard dengan Heloise adalah terkuaknya kabar bahwa Martin Heidegger, filsuf abad ke-20 yang paling luas pengaruhnya, ialah seorang Nazi dan pendukung Adolf Hiter. Heidegger lahir pada tahun 1889. Ia menerbitkan karya terpentingnya, Being and Time (Sein und Zeit dalam bahasa aslinya, Jerman), pada tahun 1927.

Heidegger berpengaruh besar terhadap pemikiran Jerman dan Perancis pada sebelum dan seusai Perang Dunia II, terutama terhadap aliran filsafat yang dikenal sebagai eksistensialisme. Pada sekitar tahun 1960-an dan 1970-an, tulisan-tulisannya, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, memberi dampak besar kepada filsuf-filsuf Amerika. Banyak aliran pemikiran filosofis yang penting di kampus-kampus Amerika (eksistensialisme, pascamodernisme, dekonstruksionisme) mengambil Heidegger sebagai inspirasi.

Padahal, Heidegger ternyata seorang Nazi.

Lantas, bagaimana kita menghadapi fakta ini? Apakah kita menolak tulisan-tulisannya lantaran secara fatal terinfeksi oleh kedekatannya dengan Naziisme? Apakah kita mengabaikan tindakan Heidegger sebagai warganegara Jerman dan menyangkal hubungan apa pun antara buku-bukunya dan orang ini? Apakah kita mencoba menemukan suatu cara untuk memahami hubungan antara keduanya?

Berikut ini artikel-artikel pilihan dari tiga diskusi panjang tentang rangkaian pertanyaan yang sangat sulit tersebut. Bahkan sejak awal pembelajaran Anda mengenai filsafat, Anda perlu mengatasi hubungan antara filsuf dan filsafatnya.

Kasus Martin Heidegger, Filsuf dan Nazi

under construction

Artikel pertama tentang Heidegger & Naziisme ini diambil dari bagian pertama dari sebuah esai tiga-bagian yang panjang, karya Alex Steiner, "The Case of Martin Heidegger, Philosopher and Nazi", terbit pada tahun 2000. Di situ, ia mengajukan fakta keterlibatan Heidegger dengan Naziisme dan kemudian menganalisis hubungan antara tindakan politik Heidegger dan filsafatnya. ... (bersambung)

Martin Heidegger, Filsafatnya dan Politiknya

under construction

Artikel kedua tentang Heidegger & Naziisme ini merupakan pembelaan terhadap Heidegger. Artikel ini diambil dari sebuah esai karya Catherine Zuckert, "Martin Heidegger His Philosophy and His Politics", yang muncul pada tahun 1990 di Political Theory. Kebetulan, saya (RP Wolff) ikut menjadi anggota editornya. Yang saya masukkan di sini adalah paragraf pertama dan beberapa paragraf terakhir. ... (bersambung)

Richard Rorty: Berfilsafat Secara Serius

under construction

Artikel ketiga tentang Heidegger & Naziisme ini, "Taking Philosophy Seriously", merupakan resensi oleh mendiang Richard Rorty, seorang filsuf Amerika yang sangat istimewa, terhadap buku karya Victor Farias, Heidegger et le Nazisme, yang menyebabkan semua kehebohan tersebut. Artikel ini muncul pertama kali pada tahun 1998 di The New Republic ... (bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar